ISTI’ADAH, BASMALAH DAN MENYAMBUNG DUA SURAT
SERTA MENGENAL RITME BACAAN
A.
ISTI’ADAH DAN BASMALAH
Membaca
Isti’adah sebelum membaca Al Qur’an adalah diwajibkan bagi seorang qori ,lafadz
Isti’adah dimaksud adalah ‘ أَعُوْ ذُبِاللهِ مِنَ
الشَّيْطَىٰنِ الرَّ جِيْمِ
yang artinya “ Aku berlindung kepada Allah dari godaan Syaitan yang
terkutuk “, dalil yang menyebutkan kewajibannya, seperti firman Allah
"فَاِٟذَاقَرَٲْتَ الْقُرْءَانَ فَاؐ
السْتَعِذْ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَىٰنِ الرَّ جِيْمِ"
‘Apabila kamu membaca Al Qur’an hendaklah
kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk” (QS An Nahl
: 98 )
Adapun lafadz Basmallah yaitu ‘ بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ
الرَّ حِيْمِ ,Dan Rasulullah setiap kali membaca Al
Qur’an Beliau selalu membaca Basmalah pada setiap awal surat kecuali
surat At-Taubah
Dalam tulisan kita kali ini tidak akan membahas hukum hukum
Isti’adah ataupun Basmalah kali ini kita akan membahas tiga hal yaitu :
1. Cara membaca Isti’adah ,Basmalah dan awal
surat
2.Cara menyambung dua surat
3.Cara
menyambung dua surat yang salah.
1. Cara membaca Isti’adah ,Basmalah dan awal
surat
Ada 4 cara yang dibolehkan dalam membaca Isti’adah ,Basmalah dan
cara menyambungkannya dengan suratan
a.
Dengan cara dipisah , cara ini lebih utama
atau lebih baik
Contoh,
ٲَعُوْ ذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَىٰنِ
الرَّ جِيْمِ ۞ بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ
الرَّ حِيْمِ ۞ ٲَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الرَّ بِالْعٰلَمِيْنَ ۞
b.
Dengan menyambung Isti ’adah dengan Basmalah
Contoh,
ٲَعُوْ ذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَىٰنِ
الرَّ جِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ
حِيْمِ ۞ ٲَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الرَّ بِالْعٰلَمِيْنَ ۞
c.
Dengan menyambung Basmalah dengan awal surat
Contoh,
ٲَعُوْ ذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَىٰنِ
الرَّ جِيْمِ ۞ بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ
الرَّ حِيْمِ ٲَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الرَّ بِالْعٰلَمِيْنَ
۞
d.
Dengan menyambung semuanya yaitu Isti ’adah ,Basmalah dan awal surat
Contoh,
ٲَعُوْ ذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَىٰنِ
الرَّ جِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ ٲَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الرَّ بِالْعٰلَمِيْنَ
2. Cara Menyambung antara dua surat
Ketika seorang qori membaca satu surat dan kemudian hendak menyambung
dengan surat yang selanjutnya , hal itu dibolehkan adapun caranya yaitu ada 3
a.
Dengan cara dipisah semuanya ,cara ini lebih
utama atau yang paling baik
Contoh,
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ
ٳِذَا حَسَدَ ۞ بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ ۞ قُلْ ٲَعُوْ ذُبِرَبِ اؐلنَّاسِ
۞
b.
Dengan cara menyambung Basmalah dengan awal
surat
Contoh,
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ
ٳِذَا حَسَدَ ۞ بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ
قُلْ ٲَعُوْ ذُبِرَبِ اؐلنَّاسِ ۞
c.
Dengan cara menyambung semuanya
Contoh,
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ
ٳِذَا حَسَدَ بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ قُلْ ٲَعُوْ ذُبِرَبِ اؐلنَّاسِ۞
3. Cara menyambung surat yang salah
Cara
ini penting kita tahu karena dikhawatirkan ketika membaca Al Qur’an mengangap
basmalah bagian dari ayat pada surat yang dibaca sebelumnya
Contohnya,
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ ٳِذَا حَسَدَ بِسْمِ اللهِ الرَّ حْمَنِ الرَّ حِيْمِ ۞ قُلْ ٲَعُوْ
ذُبِرَبِ اؐلنَّاسِ۞
B.
MENGENAL RITME BACAAN
Ada 3 tingkatan dalam membaca Al Qur’an
1.
Tahqiq ;
Adalah membaca Al Qur’an dengan lambat dan tenang dan tetap menerapkan hukum
tajwid
yang benar , Cara membaca ini sangat
baik untuk digunakan dalam proses belajar mengajar
2.
Tadwir ;
Adalah membaca Al Qur’an dengan ritme sedang (tidak terlalu cepat ataupun
terlalu
lambat dengan tetap memperhatikan hukum hukum tajwid
yang benar.
3.
Hadr ;
Adalah membaca Al Qur’an dengan ritme cepat dengan tetap menerapkan hukum hukum
taj tajwid yang baik dan benarbaik bacaan
mad,ikhfa maupun ghunnah.
Semoga yang
sedikit ini bermanfaat. Wallahu a’lamu bis shawab